Kamis, 01 Januari 2026

Mengapa Pemimpin Hebat Selalu Menjaga Kesehatan Mental Sebelum Mengejar Target?


 Refleksi penting buat pemimpin, pengusaha, dan siapa pun yang ingin berkembang secara berkelanjutan.

Dalam dunia kepemimpinan dan kewirausahaan, yang sering jadi sorotan bukan strategi atau angka penjualan,  melainkan beban mental yang tak terlihat yang harus ditanggung para pemimpin. Ternyata, kemampuan seseorang dalam mengelola kesehatan mentalnya langsung memengaruhi semua keputusan penting yang ia buat sehari-hari.

Jumat, 26 Desember 2025

Sastra, Media Baru, dan Jalan Kreatif Generasi Digital


Di era digital, cara manusia bercerita mengalami perubahan yang sangat mendasar. Cerita tidak lagi hanya hadir dalam bentuk buku cetak, cerpen di majalah, atau puisi di antologi. Hari ini, cerita hidup dalam video pendek, unggahan media sosial, podcast, dan berbagai bentuk konten digital yang dikonsumsi lintas generasi. Dalam konteks ini, sastra sesungguhnya tidak kehilangan relevansi, ia justru menemukan ruang hidup yang baru.

Komunikasi Efektif: Jembatan antara Niat Baik dan Perubahan Nyata

Komunikasi Efektif: Kunci Sukses dalam Konseling 
“Ilmu konseling tanpa komunikasi adalah niat baik yang tidak terdengar.
Usaha tanpa komunikasi adalah ide besar yang tidak bergerak.”

Kalimat ini saya sampaikan malam ini kepada mahasiswa, dan sebenarnya juga menjadi pengingat bagi diri saya sendiri. Setelah lebih dari 20 tahun berkecimpung dalam dunia komunikasi, baik sebagai praktisi,  maupun pengusaha, saya sampai pada satu kesimpulan sederhana: hidup manusia sangat ditentukan oleh cara ia berkomunikasi.

Bukan seberapa pintar kita berbicara, tetapi seberapa dalam kita memahami manusia.

Komunikasi: Bukan Sekadar Bicara, tetapi Menghubungkan

Banyak orang mengira komunikasi itu soal bicara. Padahal, komunikasi yang efektif adalah kemampuan menyampaikan pesan dengan empati, kejelasan, dan dampak. Pesan yang baik bukan hanya dipahami, tetapi juga:

  • Dirasakan dengan nyaman

  • Menggerakkan perubahan

  • Tidak melukai harga diri

Dalam praktik, saya sering melihat konflik, salah paham, bahkan kegagalan hubungan bukan terjadi karena niat buruk, tetapi karena cara menyampaikan yang tidak manusiawi.

Selasa, 23 Desember 2025

Mendengar yang Tak Terucap: Bahasa Anak sebagai Isyarat Dini Risiko Bunuh Diri

Image

Bayangkan seorang anak berusia lima tahun sedang bermain boneka. Ia berkata pelan, “Boneka ini capek hidup, lalu tidur selamanya.”

Bagi orang dewasa, kalimat itu mungkin terdengar seperti imajinasi biasa. Namun bagi peneliti dan klinisi, ungkapan sederhana seperti ini bisa menjadi jendela awal untuk memahami dunia batin anak—termasuk risiko psikologis yang serius.

Artikel ilmiah yang baru terbit di Psychiatry Research mengajak kita melihat pikiran bunuh diri pada anak usia dini (4–7 tahun) dari sudut pandang yang jarang diperhatikan: bahasa anak itu sendiri . Tulisan ini merangkum gagasan utama artikel tersebut dengan bahasa yang lebih mudah dipahami, agar relevan bagi pendidik, orang tua, praktisi kesehatan, dan pembaca umum.

Mengapa Bahasa Anak Itu Penting?

Rabu, 17 Desember 2025

“Kami Dengar Tapi Kami Durhaka”, Penyakit Lama dalam Wajah Baru


Pernahkah merasa hati tahu apa yang benar, tapi tubuh enggan melangkah?

Mulut mengucap “sami’na” (kami dengar), tapi perilaku justru berkata “wa ‘ashaina” (kami durhaka)?
Inilah penyakit lama yang berulang dalam wajah baru, penyakit Bani Israil yang kini menjangkiti banyak hati modern.

Senin, 15 Desember 2025

Mengapa Banyak Lulusan Kampus Menganggur dan Keterampilan Apa yang Harus Dimiliki?


Fenomena tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi merupakan persoalan serius yang dihadapi banyak negara, termasuk Indonesia. Dalam perspektif Islam, kondisi ini tidak hanya dipandang sebagai persoalan ekonomi, tetapi juga sebagai indikator belum optimalnya proses pengembangan potensi manusia (insān kāmil). Islam menegaskan bahwa manusia diciptakan dengan potensi ilmu dan kemampuan untuk bekerja serta berkontribusi secara produktif dalam kehidupan (Q.S. Al-Baqarah [2]: 30; Q.S. Al-‘Alaq [96]: 1–5). Ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja menunjukkan adanya kesenjangan antara proses pendidikan dan tuntutan realitas sosial, sebagaimana juga dikemukakan dalam berbagai kajian empiris modern (Graham et al., 2019; Jamaludin et al., 2021).

Minggu, 14 Desember 2025

Ketika Manusia Terlupa, Alam Berbicara

Air Terjun Lembah Anai

Sering kali kita lupa bahwa alam bukan sekadar latar kehidupan. Ia bukan benda mati yang boleh diperlakukan sesuka hati. Alam adalah amanah, titipan sunyi yang Allah letakkan di tangan manusia, dengan harapan dijaga, bukan dilukai.